Tuhan, ampunilah daku kalau saat ini tidak ada di jam doa. Entah kenapa tadi pukul 16.25 melangkah keluar gereja dan sampai di kos timbul niat untuk tidak balik lagi. Siapa yang aku turut kalau seperti ini kejadiannya?
Sebenarnya tadi hati ini sedikit ... karena merasa ... yang ... di hati. Rasanya semua ... mengapa jadi ... ... ...Bukan ... dink...., tapi ya ... .... Sampai rasanya .... ... untuk .... ... itu. Mengapa ... ... sempat ... sedangkan ... .... Jadi, rasanya lebih baik menyendiri dulu di kamar, yang lebih tenang daripada suasana di ... .... (Jangan pinta aku menuliskan isi dari titik-titik itu, karena belum tentu inget. Hehe..)
Jadi bukan karena sedang menjauh dari Tuhan. Kan baru di postingan lalu menyatakan "I love You, Lord." Tapi rasanya suasana tenang dalam menyepi seperti ini perlu, setelah seluruh hiruk pikuk hari ini. Jadi, siapa yang aku turut kalau seperti ini kejadiannya?
Sebenarnya ga akan mengkomplain seperti ini: "Kalau orang lain bisa santai2 tidak jam doa kenapa saya tidak boleh?" Itu mah udah pernah aku bahas rasanya. Jawabannya karena aku berbeda ma orang itu. Atau dengan kalimat lain, itulah yang membedakan aku ma orang lain tsb.
Ditambah lagi kalau membayangkan betapa enaknya jam doa di rumah bersama bapak, ibu, dengan jemaat yang mayoritas usia lanjut itu. Walaupun kalau di rumah tidak ada alasan untuk tidak dateng. Udah acaranya cepet selesai trus yang paling mendamaikan adalah ada bapak dan ibu itu. Hiks..hiks...ternyata artinya pengen pulang... Ciuman kemarin waktu bapak dan ibu mau pulang masih keingetan. Soalnya pula, waktu dicium ibu, wajahku kena tulang pipi ibu. Jadi keingetan kalau ibu tuh sekarang kurus.
Walah, lagu In The Garden-nya menambah sulit mencegah mata ini terselubungi air...
Oh, lagunya udah hampir slesai, next track...
Kenapa juga malah aku cerita yang begini ya? Oh.., aku tahu.. Supaya aku inget kalau aku juga pernah tidak hadir jam doa dengan alasan yang tidak jelas. Qiqiqiqiqiiqi... Dua Rabu yg lalu aku juga telat jam doa dink.. Sebenarnya dateng tapi amat sangat telat. Jam 18.30 baru nyampe di rumah pas ada jam doa plus karena Rabu terakhir bulan Juni. Tapi itu masih diitung hadir jam doa loh kalau di rumah. Hehehehhehe... Jadi, siapa yang aku turut kalau seperti ini kejadiannya?
Udah ah.., cukup.
No comments:
Post a Comment