Kadang kesalahan terjadi bukan hanya karena 1 sebab saja, atau karena 1 orang saja. Situasi ikut ambil peran, masa lalu bisa jadi latar belakang, dan bisa jadi diri sendiri ikut ambil bagian dalam terbentuknya suatu kesalahan. Kesalahan hanya menjadi puncak dari gunung es yang terdiri dari berbagai anggota faktor penyebab.
Tapi kesalahan itu sendiri relatif bagi masing2 orang. Bisa jadi suatu hal yang dianggap salah oleh orang lain adalah sesuatu yang diyakini sebagai kebenaran oleh orang lainnya lagi. Bukankah itu yang menjadi sebab ada banyak agama dan paham kepercayaan? Dan bahkan menjadi sebab timbulnya perpecahan dalam masing2 agama sehingga ada berbagai aliran dalam 1 agama.
(menghela nafas...)
Dalam hal ini kebenaran yang tidak diungkap dengan lengkap pada waktu yang tepat kepada orang yang tepat aku perhitungkan menjadi sebab munculnya suatu permasalahan (masalahku-Red). Posisiku? Aku punya informasi yang tidak diungkap sebelumnya. Informasi lisan tanpa bukti tertulis. Karena kurang cepat merespon informasi tersebut, ditambah absennya sumber informasi, absennya pihak yang terkait, ditambah subjektifitas, ditambah faktor manusiawi yang mencari kemudahan, lahirlah sang masalah.
Menanggapi si masalah, nada bicara sempat meninggi di awal. Lalu menghela nafas, dan memilih untuk cooling down..
Mulailah proses mencerna masalah.., mengurutkan sebab musabab.., dan mencoba "menciptakan suasana hati yang positif". Hasilnya, "permakluman":
Memaklumi situasi awal yang mengakibatkan munculnya ketidakjelasan wewenang
Memaklumi bahwa setiap orang punya keterbatasan masing2
Memaklumi bahwa aku juga ambil bagian di dalam kelahiran sang masalah, karena kurang berusaha menciptakan pengertian antara pihak2 terkait
Memaklumi bahwa waktunya tinggal sesaat lagi dan aku harus ambil sikap yang positif, bukan sikap yang pada akhirnya hanya akan merusak sebuah usaha membawa kebaikan bagi semua pihak.
Memaklumi bahwa aku yang bisa lebih SADAR AKAN SIKAP YANG HARUS DIPILIH, harus mengalah.
Pembelaan diri untuk menghadapi situasi dimana aku ikut ambil bagian dalam sesuatu yang menurutku merupakan kesalahan ini adalah bahwa orang lain juga punya salah. Artinya: si A tidak tegas, si B tidak tegas dan tidak bekerja berdasar konsep yang jelas, si C memaksakan kehendak (karena memang lebih pandai bicara), si siapa lagi ya..
Hahahaha... Bukan bermaksud menghakimi nih... Tapi golek konco... Dasarr..., kalau urusan kesalahan aja, ga mau menanggungnya sendiri.. Tapi ni dipengaruhi faktor kejengkelan.. Kan kalau kejengkelan dituang dalam bentuk santun dan tidak meledak-ledak seperti ini rasanya dunia bisa jadi lebih baik..
Tuhan Yesus.., ampunilah kesalahanku... Terimakasih Yesus.. Dalam nama Tuhan Yesus hambaMu ini berdoa. Amin.
Ni ada link bagus: http://www.youtube.com/watch?v=iv50xrsFNdU
No comments:
Post a Comment